Informasi CPNS Terupdate

PNS Berpendidikan Rendah Siap-Siap Dipensiunkan

Posted on: July 1, 2011

Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo mengungkapkan program pensiun dini yang akan diterapkan bukan hanya karena faktor usia, namun juga latar belakang pendidikan yang dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Untuk itu, dia PNS dengan tingkat pendidikan rendah tampaknya harus bersiap-siap untuk pensiun dini.

Agus menjelaskan program pensiun dini terjadi jika jumlah pegawai itu sudah sampai pada usia pensiun yang dimungkinkan untuk pensiun dini. Tapi jika dalam bagiannya terjadi transformasi penggunaan sistem yang full otomatis seperti teknologi informasi, proses maker, checker dan approval, maka perampingan jumlah pegawai tak terhindarkan.

“Otomatis terjadi kelebihan pegawai. Nah kelebihan pegawai itu, kebetulan karena usianya, background pendidikannya, itu tidak dimungkinkan ditempatkan di posisi-posisi yang lain,” ungkap Agus kala ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis(30/6/2011).

Karenanya, lanjut Agus Marto, hal tersebut nantinya akan dijadikan inisiatif program pensiun dini sebagai satu paket yang diajukan pada KemenPAN dan BKN. “Yaitu menawarkan program pensiun dini sukarela,” tambah dia.

Program pensiun dini, lanjut Agus, diperlukan kesepakatan antara dua pihak, yakni pegawai dan instansi. Namun memang opsi untuk melakukan ada di pemerintah. “Kalau ada yang ingin berpartisipasi dan kita melihat ternyata ada yang masih diperlukan tenaganya, tentu kita tidak ijinkan. Tapi seandainya ada yang ingin partisipasi tapi kita tidak ada posisi yang bisa ditawarkan pada yang bersangkutan, ya kita lepaskan,” tutur dia.

Sebelumnya, hal senada diungkapkan oleh Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati. Anny mengungkapkan selalu ada PNS yang posisi tidak bisa match dengan performance-nya. “Kita mau apakan? Memang mungkin kebanyakan, dibanding kebutuhan institusinya memang terlalu banyak, sehingga nanti kita perlu review, review-nya perlu dilihat mana-mana yang memenuhi performance,” jelasnya.

Dijelaskannya, jika memang tidak memenuhi performance based maka nantinya akan dilakukan training. “Tapi setelah di-training ternyata memang nggak bisa naik, maka mesti dicek, salah tempat jangan-jangan, sehingga harus ditaruh di posisi lain yang lebih match. Kalau itu juga tidak bisa masuk, harus dilakukan sesuatu dong, karena itu menjadi beban lembaga,” tukas Anny.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: