Informasi CPNS Terupdate

Daerah Defisit DAU Ngeyel Rekrut CPNS

Posted on: July 12, 2011

Sebelas daerah di Jawa Tengah telah terbukti tak mampu menutup anggaran gaji para pegawai negeri sipil (PNS) pada tahun ini. Meski jelas mengalami defisit dana alokasi umum (DAU), namun sejumlah daerah tetap ngotot akan menggelar rekrutmen CPNS.

Di antara daerah yang tetap akan menggelar seleksi adalah Pemkab Batang.”Yang jelas seleksi tetap ada,tapi jumlahnya berapa kami belum mengetahui,” ujar seorang pejabat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bateng,Andi, kemarin. Soal besarnya jumlah CPNS, Pemkab Batang memang belum mematok angka pasti. Sebab saat ini pemkab masih menunggu kuota dari pemerintah pusat.

Menurut Andi, keputusan membuka seleksi CPNS berdasarkan atas kebutuhan pegawai yang dirasa masih kurang.Tiap tahun banyak PNS yang memasuki pensiun sehingga mendesak ada penambahan pegawai. Tak hanya Batang,Kabupaten Boyolali juga memberi sinyal tetap menggelar seleksi CPNS. Meski tercatat sebagai daerah yang mengalami defisit paling tinggi,Pemkab Boyolali berdalih saat ini jumlah PNS belum memadai.

Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali Sri Ardiningsih mengemukakan, dari sisi kebutuhan pengadaan CPNS tetap diperlukan.Sebab setiap tahun jumlah PNS yang memasuki masa pensiun cukup banyak. Sehingga hal itu perlu diimbangi dengan melakukan pengadaan CPNS. ”Namun sekali lagi,keputusan usulan rekrutmen CPNS sepenuhnya berada di tangan bupati,” kata Sri Ardiningsih,kemarin.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Boyolali Sumantri tidak dapat memastikan apakah bakal dilakukan rekrutmen CPNS atau tidak karena hal itu merupakan kewenangan Bupati. ”Setiap tahun rata-rata PNS yang memasuki pensiun sebanyak 400 orang,” kata Sumantri. Bupati Boyolali Seno Samodro hingga tadi malam belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini.

Sementara Kabupaten Magelang masih bersikap wait and see.Meski menyadari pengeluaran untuk membayar gaji seluruh pegawai sudah terlalu membebani APBD,namun kepastian rekrutmen CPNS masih menunggu keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Utoyo memberi sinyal tahun ini Kabupaten Magelang tidak ikut seleksi CPNS. ‘’Jika tidak memungkinkan (APBD sangat terbebani), ya (pengadaan CPNS) tahun depannya lagi.

Tapi yang jelas formasi yang dibutuhkan tetap ada,’’ kata dia,kemarin. Jumlah aparatur pemerintah sekarang ini jumlahnya mencapai belasan ribu orang. Dana daerah terserap untuk membayar aparatur itu, mencapai antara 65-70% dari total APBD sekitar Rp1,2 triliun. Seperti diketahui Biro Keungan Setda Pemprov Jateng merilis ada 11 daerah yang anggaran belanja pegawai melebihi DAU.

Daerah tersebut adalah Kabupaten Boyolali, Karanganyar, Sragen,Klaten,Banjarnegara, Purworejo, Batang, Blora, Kebumen, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Pekalongan. Terkait sikap beberapa daerah defisit DAU ini,Pelaksana Harian Sekda Pemprov Jawa Tengah Sriyadhi berharap daerah tetap bisa tahu diri atau realistis dengan kondisi keuangannya. Sebab dengan defisit DAU, otomatis mengganggu anggaran untuk pembangunan yang lain.

”Karena mau tidak mau harus mengambil dari APBD kabupaten/kota bersangkutan. Ini yang harus menjadi perhatian daerah-daerah tersebut,” ujarnya kemarin. Menurut Sriyadhi, pihaknya tidak bisa melakukan intervensi semisal langsung meminta daerah bersangkutan menghentikan rekrutmen CPNS. Sebab kabupaten/kota selalu berdalih kekurangan pegawai. ”Karena itu, kita hanya meminta daerah tersebut tahu diri,”katanya.

Terkait adanya wacana moratorium maupun pensiun dini PNS, dia mengaku, masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat. Setelah kebijakan dikeluarkan,pihaknya akan berupaya mengimplementasikannya. ”Jadi kita masih menunggu,” ujarnya. Dari data yang dihimpun SINDO, dalam seleksi penerimaan CPNS 2010, sebanyak empat daerah telah berani untuk tidak melakukan seleksi, karena anggaran keuangan yang dimiliki terbatas.Keempat daerah itu adalah Kabupaten Pemalang, Demak, Rembang, serta Purbalingga.

Sementara 11 daerah di Jawa Tengah yang saat ini mengalami defisit DAU, pada tahun kemarin masih menggelar seleksi CPNS. Bahkan Kabupaten Pekalongan, Klaten, Karanganyar, nekat menggelar seleksi CPNS secara mandiri. Anggota Komisi A DPRD Jateng Abdul Aziz meminta pemerintah berani melakukan terobosan- terobosan dalan rekrutmen pegawai. ”Jangan semuanya diberi status PNS.Bisa saja dengan semacam outsourcing, sehingga keuangan pemerintah bisa dikendalikan,” tegasnya.

Di sisi lain, DPRD Kabupaten Semarang akan menaikkan anggaran belanja publik dalam rancangan APBD 2012. Anggaran publik dalam kebijakan umum anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2012 sangat rendah,yakni Rp226 miliar. Padahal dalam tahun 2011 dialokasikan Rp313 miliar.

Anggaran publik tahun ini juga lebih rendah dari tahun 2010 sebesar Rp245 miliar. Langkah yang ditempuh di antaranya dengan mengurangi belanja tak langsung (hibah, bantuan sosial) yang totalnya Rp64,8 miliar dan akres gaji PNS. Anggota Banggar lainnya The Hok Hiong juga sependapat belanja publik ditingkatkan, karena persentasenya hanya 40% dari APBD.Sementara 60% APBD tersedot untuk membayar PNS.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: