Informasi CPNS Terupdate

PNS Harus Benahi Kinerja

Posted on: August 21, 2011

Komisi II DPR mendesak pemerintah segera membenahi kinerja pegawai negeri sipil (PNS) di pusat maupun di daerah sebagai syarat sebelum menaikkan gaji PNS sebanyak 10% pada 2012.

”Kenaikan gaji PNS itu wajib berbanding lurus dengan kinerja birokrasi dan harus bisa diukur.Semua aparat birokrasi yang ada harus benar-benar produktif,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPR Abdul Hakam Naja kepada SINDO  kemarin. Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu menambahkan, gaji PNS saat ini sebenarnya sudah ideal, yakni gaji terendah sudah di atas upah minimum regional (UMR).

Bahkan, ungkap dia,gaji untuk guru sudah dua kali lipat di atas UMR. ”Adapun kenaikan gaji PNS sebanyak 10% itu kan dengan alasan inflasi yang diprediksi sekitar 7% tahun 2012. Kalaupun alasan ini dipakai, harus ada juga timbal balik berupa kenaikan kinerja tadi. Kalau ada pelanggaran PNS, apalagi korupsi, maka tindakan harus tegas, ”ungkapnya.

Dia menambahkan,dengan kenaikan gaji tersebut, profesi sebagai pegawai birokrasi akan semakin mewah, bahkan makin menjadi primadona bagi masyarakat. Sayangnya selama ini kerja birokrasi masih berjalan di tempat,bahkan dalam beberapa kasus pelayanan publik justru dihambat.

”Di dalam birokrasi masih ada istilah ’kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah’. Ini kan bisa melukai hati rakyat. Birokrasi yang semestinya mempermudah rakyat kok justru mempersulit. Hukuman terhadap yang seperti ini mestinya berlipat-lipat. Terlebih jika sudah ada kenaikan gaji tadi,”ungkapnya.

Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rapat RAPBN 2012 menjelaskan bahwa gaji pokok dan pensiun PNS akan dinaikkan 10% pada 2012. Kebijakan ini dianggap sebagai salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan membenahi kesejahteraan PNS, TNI, Polri, dan pensiunan.

Selain gaji,pemerintah juga akan mengucurkan gaji ke-13 bagi PNS,TNI,Polri,dan pensiunan. Dengan demikian,bagi PNS dengan golongan terendah IIa diperkirakan akan mendapat gaji pokok sebesar Rp2.647.050 dan golongan tertinggi IVe mendapat Rp5.299.600. Gaji pokok tersebut juga akan ditambah gaji ke-13 serta uang makan dan uang lauk pauk.

Sementara itu, anggota Komisi II DPR Chatibul Umam Wiranu mengatakan, kenaikan gaji PNS ini sudah pasti akan menambah beban APBN untuk belanja pegawai. Karena itu, kebijakan menaikkan gaji PNS tersebut harus dibarengi sistem seleksi penerimaan CPNS yang ketat dan benar-benar sesuai kebutuhan.

”Kalau kebijakan naik gaji ini diterapkan,tetapi sistem rekrutmen PNS maupun sistem kerja mereka masih tetap seperti sekarang, maka rakyat akan terluka. Sebab APBN yang mestinya untuk program rakyat disedot untuk belanja pegawai saja.Angkanya bisa lebih dari 75% APBN untuk belanja pegawai,”tandasnya.

Dengan dasar itu, politikus Partai Demokrat itu berharap reformasi birokrasi segera dijalankan di semua lembaga dan instansi pemerintahan. Sistem rekrutmen PNS juga jangan lagi diserahkan kepada daerah, tetapi harus dipusatkan sehingga unsur subjektivitas bisa diberangus.

”Jangan lagi ada PNS diterima karena orang dekatnya pejabat anu, karena bayar beberapa juta kepada si anu.Yang semacam ini tidak adil dan merusak bangsa,”tandasnya. Ketua DPR Marzuki Alie saat memberikan pidato pembukaan Masa Sidang I Tahun 2011/2012 menyatakan mendukung peningkatan ke-sejahteraan para abdi negara.

“Kenaikan gaji pokok dan pensiun pokok rata-rata 10% dan pemberian gaji ke-13 kami dukung,” tegasnya. Prinsipnya, kata dia, DPR akan mendukung kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan upaya kesejahteraan rakyat. DPR, ujarnya, juga mendukung kebijakan pemerintah menampung kebutuhan anggaran remunerasi kementerian/ lembaga untuk reformasi birokrasi.

“Kebijakan remunerasi hanya merupakan bagian kecil dalam tahapan reformasi birokrasi.Yang diharapkan masyarakat tentunya perubahan lebih besar, mendasar, dan menyeluruh terhadap perilaku abdi negara di seluruh tingkatan,”tandasnya.

Sementara itu,Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh mengatakan, sesuai arahan Presiden SBY, Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) menyiapkan Rp30,6 triliun untuk membayar tunjangan profesi dan sertifikasi para guru.

Selain dana tunjangan profesi guru pegawai negeri sipil daerah (PNSD), dalam RUU APBN 2012 juga disediakan dana tunjangan tambahan penghasilan guru PNSD yang belum memperoleh tunjangan profesi sebesar Rp2,9 triliun.

Mendiknas menjelaskan, pembayaran tunjangan profesi dan tambahan ini merupakan arahan langsung dari Presiden. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistiyo menyatakan, selama dua tahun ini,masalah yang terkait dengan tunjangan profesi belum beres.

Mulai dari kuota, proses pendidikan dan latihan profesi guru (LPLG),sistem kelulusan hingga proses pembayaran yang selalu telat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: